Page 91 - KFR Triwulan I 2025
P. 91
BAB 3 | Analisis BAB 4 | Kesimpulan dan
Tematik Rekomendasi
yang mempermudah dalam pembukuan 2. Akselerasi Digitalisasi
operasionalnya. Hal ini menjadi hambatan
Perkembangan teknologi yang terus
dalam operasional sehari-hari yang masih
berkembang membuat semua transaksi
dalam penginputan manual, sehingga tidak
dilakukan dengan mudah dan lebih cepat.
dapat menampilkan laporan keuangan
Dalam hal ini, koperasi perlu menyediakan
yang lebih cepat jika dibutuhkan sewaktu-
akses pembyaran yang dialkukan secara
waktu. Selain itu hal ini juga menyebabkan
digital misalnya Qris (QR). Selain itu juga,
transparansi/ akuntabilitas dan pengelolaan
perlu penjualan produk melalui shoppe atau
dana koperasi menjadi tidak akurat.
penjulan online market lainnya.
4. Sektor produktif yang masih rendah 3. Fokus pada Sektor Produktif
Sektor produktif di koperasi Sumut sebesar Sektor produktif pada koperasi
5% tergolong masih rendah. Banyak koperasi merupakan salah satu pilar penting
masih terfokus pada kegiatan simpan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi
pinjam atau bersifat konsumtif. Sementara anggota dan memperkuat struktur ekonomi
pemanfaatan potensi sektor produktif kerakyatan. Fokus utama dari sektor ini
seperti pertanian, perikanan, peternakan, adalah mendorong kegiatan usaha yang
dan industri kecil belum digarap secara menghasilkan barang dan jasa, seperti
maksimal. Rendahnya akses permodalan, pertanian, perikanan, peternakan, industri
kurangnya pelatihan manajerial, serta rumah tangga, dan kerajinan. Koperasi yang
keterbatasan inovasi dan teknologi menjadi bergerak di sektor produktif memiliki peran
beberapa faktor penghambat utama. strategis dalam menciptakan lapangan kerja,
meningkatkan pendapatan anggota, serta
D. Strategi Pengembangan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
Koperasi di Sumatera Berbeda dengan koperasi simpan pinjam
Utara yang berorientasi pada jasa keuangan,
koperasi produktif berlandaskan pada
1. Penguatan Tata Kelola dan SDM Koperasi kegiatan usaha riil yang dapat memberikan
Dalam rangka mewujudkan tujuan koperasi nilai tambah secara langsung. Oleh
untuk meningkatkan kesejahteraan karena itu, penguatan sektor produktif
anggotanya, maka perlu adanya peningkatan koperasi menjadi sangat penting melalui
kompetensi SDM seperti pelatihan, training peningkatan akses pembiayaan, pelatihan
atau workshop. Kegiatan ini harus dilakukan manajerial, teknologi, dan pemasaran yang
secara rutin dan adanya evaluasi sehingga berkelanjutan.
dapat mewujudkan tata kelola dan
4. Meningkatkan Daya Saing Koperasi di
kompetensi SDM yang unggul.
Pasar Global
KAJIAN FISKAL REGIONAL 91
Triwulan I 2025

