Page 114 - KFR Triwulan II 2024
P. 114

BAB I  |  Analisis Ekonomi             BAB II  |  Analisis Fiskal                             BAB III  |  Pengembangan         BAB IV  |  Analisis Tematik           BAB V  |  Kesimpulan dan
                   Prolog                 Regional                               Regional                                                 Ekonomi Daerah                                                       Rekomendasi


                4.2.3  Analisis  Policy  Responses  Pemerintah  dalam  Memitigasi  Dampak  Perubahan                                   provinsi  telah  mengembangkan  kebijakan  untuk  meningkatkan  infrastruktur  irigasi,
                Iklim                                                                                                                  mengembangkan varietas tanaman tahan iklim, dan menyediakan dukungan finansial serta

                a.  Intervensi Pemerintah melalui kebijakan belanja                                                                    pelatihan bagi petani.
                Alokasi dan realisasi belanja K/L terkait perubahan Iklim                                                              Peran APBN terus dioptimalkan sebagai shock absorber dalam melindungi masyarakat dan

                Perubahan  iklim  diartikan  sebagai  perubahan  kondisi  fisik  atmosfer  bumi  yang  meliputi                        menjaga  kestabilan  perekonomian  Sumut.  Salah  satunya  adalah  penggunaan  anggaran
                fluktuasi suhu dan distribusi curah hujan. Sejak abad ke-19, aktivitas manusia seperti industri,                       dengan tagging mitigasi perubahan iklim. Data yang diperoleh dari Direktorat Pelaksanaan

                energi,  transportasi,  pertanian,  dan  penggunaan  lahan  telah  mempercepat  perubahan  ini,                        Anggaran, untuk anggaran yang tertagging mitigasi perubahan iklim tersedia dari tahun 2021
                menyebabkan  dampak  serius  seperti  kekeringan,  banjir,  dan  penurunan  keanekaragaman                             sampai dengan 2024.
                hayati.  Jejak  ekologis  per  kapita  di  Indonesia  mencapai  1,7  hektar  global  (gha),  melebihi
                                                                                                                                             Tabel 5.2.1 Pagu dan Realisasi Anggaran Tertagging Mitigasi Perubahan Iklim
                biokapasitas per kapita sebesar 1,2 gha, menunjukkan konsumsi sumber daya yang tidak                                                                     Realisasi per 30 Juni

                berkelanjutan. Analisis menunjukkan korelasi negatif antara suhu dan curah hujan dengan                                                                                                                  dalam miliar rupiah
                pertumbuhan  ekonomi,  serta  kecenderungan  rendahnya  produktivitas  dan  pertumbuhan                                               2021                     2022                    2023                   2024
                                                                                                                                   K/L
                ekonomi  di  daerah  dengan  risiko  bencana  tinggi.  Adaptasi  dan  mitigasi  perubahan  iklim,                            Pagu      Real     %      Pagu     Real     %     Pagu    Real    %      Pagu     Real     %
                termasuk pendidikan lingkungan, insentif ekonomi hijau, dan pengembangan teknologi hijau,                       BMKG                                                             0,66   0,08   12,46     0,52    0,14   27,08

                diusulkan  untuk  mengatasi  tantangan  ini  dan  mendukung  transformasi  ekonomi                              KKP            20,91    13,75   65,73                                                    0,55    0,19   34,58
                berkelanjutan.                                                                                                  KLHK          237,30    42,64   17,97   146,70   28,98   19,75   26,29   6,44   24,51   34,92   12,35   35,36
                                                                                                                                PUPR        2.964,09   979,75   33,05   1.332,80   381,27   28,61   60,46   5,59   9,25
                Perubahan iklim memberikan ancaman utama di berbagai baik ekonomi maupun pertanian
                                                                                                                                Kemenhub      313,46    78,58   25,07   492,25   163,77   33,27   22,20   10,28   46,30   1.184,64   135,91   11,47
                khususnya  di  Sumatera  Utara  karena  pertanian  merupakan  penopang  utama  bagi                             Kementan        3,20     0,65   20,27     6,43    1,72   26,70   3,81   0,34   8,95     27,62    3,20   11,57
                perekonomian. Di sektor pertanian perubahan iklim dapat mempengaruhi pola tanam dan                             LPP RRI         0,13     0,02   18,84     0,14    0,03   18,82   0,14   0,03   22,71     0,14    0,02   11,01

                masa panen raya, peningkatan frekuensi dan intensitas bencana, perubahan kesuburan tanah                        Kemenkes                                  0,58    0,00   0,00
                dan ketersediaan air, dan munculnya hama dan penyakit tanaman baru. Dampak tersebut                             Kemensos        0,81     0,12   14,39
                mempengaruhi  produktifitas  pertanian  dan  ketahanan  pangan,  serta  kesejahteraan  petani                   Total       3.539,89   1.115,50    31,51   1.978,90   575,76    29,09   113,57   22,77    20,05   1.248,39   151,79    12,16

                yang menurun.
                                                                                                                                 Sumber: Dit. PA, diolah
                Tentunya  kegagalan  produktifitas  pertanian  akan  meningkatkan  harga  pangan  karena
                ketersediaan pasokan juga mengalami penurunan yang akan menyebabkan terjadinya inflasi.                                Anggaran Tertagging Mitigasi Perubahan Iklim Tahun 2021

                Perubahan pola perdagangan baik regional maupun global karena pergeseran perubahan
                zona  produksi  pangan  akan  mempengaruhi  keunggulan  komparatif,  Peningkatan  biaya                                Pada  tahun  2021  anggaran  yang  tertagging  dialokasikan  sebesar  Rp3,54  triliun  dengan

                investasi khususnya untuk infrastruktur dan penelitian, dan potensi migrasi penduduk berupa                            realisasi sampai dengan 30 Juni 2021 sebesar Rp1,12 triliun (31,51 persen dari pagu) yang
                urbanisasi karena kekurangan lahan pertanian yang produktif.                                                           dialokasikan  ke  7  Kementerian/Lembaga,  dengan  alokasi  tertinggi  adalah  Kementerian
                                                                                                                                       Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan alokasi pagu sebesar Rp2,96 triliun yang
                Data menunjukkan bahwa produktivitas padi menurun hingga 14,4% untuk setiap kenaikan
                                                                                                                                       terealisasi Rp979,75 miliar (33,05 persen).
                suhu  1°C,  akibat  stres  panas  yang  mengganggu  proses  fotosintesis  dan  pertumbuhan
                tanaman. Selain itu, perubahan pola curah hujan dapat menyebabkan banjir, dan mengurangi
                ketersediaan air untuk irigasi. Tantangan lainnya yang dihadapi sektor pertanian termasuk

                laju pertumbuhan penduduk yang cepat, alih fungsi lahan, serangan hama dan penyakit, serta

                infrastruktur  pertanian  yang  tidak  memadai.  Untuk  mengatasi  tantangan  ini,  pemerintah



           114     KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                                                                                                                                KAJIAN FISKAL REGIONAL   115

                                                                                                                                                                                                           Triwulan II Tahun 2024
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119